Analisis Teknikal

Analisis Teknikal

Materi Video

Analisis teknikal

Analisis teknikal adalah teknik analisis yang dikenal dalam dunia keuangan yang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari data pasar yang lampau, terutama pergerakan harga dan volume

Analisa teknikal menggunakan data-data harga yang di gambarkan melalui sebuah chart. Terdapat berbagai macam chart yang bisa digunakan.

Candlestick adalah salah satu jenis grafik harga. Dalam candlestick terdapat pola pola yang seringkali terjadi, dan memberikan informasi kemana harga akan bergerak. Ada single pattern candlestick, dan ada juga double pattern candlestick.

Single Pattern

Double Pattern

 

Chart Pattern merupakan suatu pola grafik yang terjadi secara berulang dari masa lampau hingga kini. Chart pattern dapat digunakan untuk memprediksi kemana harga akan bergerak.

Trend adalah kecenderungan. Dengan mengidentifikasi trend yang terjadi, trader dapat mengambil keputusan pada trend mana yang terbaik untuk melakukan trading. Selain itu trader bisa mengetahui resiko setelah mengetahui pada trend mana dia melakukan trading dengan mengkombinasinya dengan Money management.

Di dalam dunia trading, kita biasa memakai support dan resistance dari hasil penarikan garis maupun dari indicator teknikal seperti MA (Moving Average). Namun terdapat pula cara lain yang bisa digunakan dalam menentukan support dan resistance, yaitu dengan menggunakan rasio atau angka-angka dari bilangan fibonacci.

Fibonacci Retracement

Dalam video berikut ini, akan dijelaskan bagaimana Fibonacci Retracement  akan membantu trader dalam memberikan support dan resistance ketika terjadinya koreksi. Terdapat cara penarikan titik dalam Fibonacci Retracement yang perlu diketahui beserta dengan konsepnya.

Fibonacci Extension

Dalam Video berikut ini Fibonaci Extension akan membantu trader dalam memberikan support dan resistance yang berupa target setelah terjadinya pembalikan arah. Terdapat cara penarikan titik dalam Fibonacci Extension yang perlu diketahui beserta dengan konsepnya.

Dalam pergerakan saham, harga saham bergerak dibatasi  oleh 2 area, yaitu: area support dan resistance. Dengan mengetahui support dan resistance, trader dapat mengetahui di level mana untuk melakukan pembelian dan di level mana untuk melakukan penjualan (atau profit taking).

Leading and Lagging Indicator

Sebelum kita mengetahui lebih dalam mengenai Moving Average , Stochastic ,dan indikator lainnya, ada baiknya mengetahui sifat dari indikator itu sendiri, yang bersifat Lagging dan Leading. Dengan mengetahuinya para trader dapat menyesuaikan kebutuhan merekan terhadapat sifat sifat indicator teknikal yang telah dipilih.

Moving Average

Dalam indicator teknikal , Moving Average termasuk dalam salah satu lagging indicator . Indikator memiliki banyak fungsi selain sebagai support resistance, yaitu juga bisa untuk mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung, dan ada beberapa sinyal Buy dan sell yang bisa didapat dari Moving Average.

Stochastic

Dalam indicator teknikal , Stochastic dapat membantu trader dalam menentukan momentum jenuh jual (oversold) dan jenuh beli (overbought) serta beberapa sinyal buy seperti Deathcross dan Goldencross, serta juga dapat membantu trader dalam mengambil keputusan. Namun ada area tertentu yang dapat dikatakan jenuh jual atau jenuh beli.

Dalam pergerakan saham sering kali trader banyak melihat adanya celah celah kosong antara candle 1 dengan candle setelahnya. Celah-celah tersebut dikenal dengan istilah Gap. Gap juga memiliki beberapa jenis. Penting bagi para trader untuk mengetahui ciri-ciri dari masing-masing Gap.