Analisis Fundamental

Analisis Fundamental

Materi Video

Analisis fundamental

Analisis Fundamental adalah teknik analisa yang umum digunakan oleh investor untuk membantu dalam menentukan keputusan jual beli saham

EPS (Earning Per Share) adalah laba bersih per lembar saham yang dapat kita gunakan untuk melihat laba yang dapat dihasilkan ketika kita memegang per lembar saham tersebut. Semakin besar EPS suatu perusahaan maka posisinya semakin besar pula perusahaan dalam mencetak laba, namun untuk EPS perusahaan sendiri tidak dapat digunakan untuk membandingkan suatu saham dengan saham lainnya. EPS lebih cocok digunakan untuk melihat apakah saham cukup stabil dalam mencetak laba atau masih belum stabil.

PER (Price to Earning Ratio) merupakan rasio yang menggambarkan harga saham sebuah perusahaan dibandingkan dengan keuntungan atau laba yang dihasilkan perusahaan tersebut (EPS). Analisa PER dapat digunakan untuk membandingkan satu perusahaan denga perusahaan lainnya asalkan masih satu industri atau juga dapat digunakan untuk membandingkan PER suatu perusahaan dengan PER industri sejenis. Jika PER lebih kecil maka dapat dikatakan bahwa suatu saham tergolong lebih murah dari pada harga saham pembandingnya dan begitupula sebaliknya.

PBV (Price to Book Value) adalah rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. PBV digunakan untuk melihat seberapa besar kelipatan dari nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya. Semakin besar nilai PBV suatu saham maka dapat dikatakan harga sahamnya relatif mahal dan sebalinya semakin kecil PBV suatu saham maka dapat dikatakan harga sahamnya relatif murah. Untuk PBV sendiri dapat digunakan untuk membandingkan suatu saham dengan saham lainnya asalkan masih satu industri sejenis atau juga bisa untuk membandingkan suatu saham dengan PBV industri sejenisnya.

ROE (return on equity) atau tingkat keuntungan yang diperoleh dari modal (ekuitas) yang ditanam di sebuah perusahaan. ROE sering dipakai oleh investor saham untuk mengukur tingkat keuntungan yang dapat diperoleh sebuah perusahaan. Semakin besar ROE suatu perusahaan maka artinya semakin besar pula keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dan begitu pula sebaliknya.

DER (Debt to Equity Ratio) adalah rasio untuk melihat seberapa besar utang perusahaan dibandingkan total ekuitas yang dimiliki. Utang yang besar dapat menjadi risiko bagi suatu perusahaan karena akan menjadi beban dalam pembayaran hutang maupun bunganya. Dalam menilai kesehatan utang suatu perusahaan, berikut dapat dijadikan acuan dalam menganalisis:

  • DER > 1 : Berarti utang suatu perusahaan lebih besar daripada ekuitasnya.
  • DER < 1 : Berarti utang suatu perusahaan lebih kecil daripada ekuitasnya.

Dalam keadaan ekonomi yang naik, perusahaan yang memiliki hutang besar akan lebih menarik dibandingkan perusahaan dengan hutang kecil, dengan catatan rasio keuangan lain seperti ROE memiliki nilai yang besar. Dan dalam keadaan ekonomi yang sedang lesu, perusahaan yang memiliki hutang kecil akan lebih menarik dibandingkan perusahaan dengan hutang besar karena hutang besar akan menjadi beban yang cukup berat.

DY (Dividend Yield) merupakan dividen per lembar saham dibagi dengan harga saham. Rasio ini menunjukkan seberapa besar keuntungan yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham. Apabila suatu saham memiliki dividend yield (DY) yang tinggi, biasanya harga saham akan naik pada saat pengumuman dividen. Usahakan mencari perusahaan yang membagikan deviden sehingga jika kita melakukan investasi dan harga saham kita belum mengalami kenaikan, setidaknya kita masih mendapatkan keuntungan dari besarnya deviden yang dibagikan.

Haircut merupakan persentase tertentu dari suatu saham yang ditetapkan oleh KPEI sebagai pengurang nilai pasar wajar saham. Dalam menetapkan nilai haircut, KPEI dibantu dengan Komite Haircut sebagai salah satu organ perusahaan yang turut menetapkan kriteria dan menentukan besarannya. Haircut sendiri digunakan untuk menghitung nilai saham yang dapat dijaminkan untuk meminjam uang di sekuritas baik berupa trade limit maupun margin. Namun mengingat perhitungannya berdasarkan value dan prospek perusahaan, maka kita juga dapat menggunakannya untuk melihat bahwa suatu saham apakah cukup aman (nilai haircut kecil) atau cukup berisiko (nilai haircut besar).

Price Target merupakan target harga wajar untuk suatu saham berdasarkan perhitungan analisa fundamental perusahan, dimana kita dapat menjadikan Price Target sebagai acuan dalam memilih saham bahwa harga saham saat ini sudah overvalue (harga saat ini sudah diatas target) atau masih undervalue (harga saat ini masih dibawah target).